Jumat, Desember 09, 2011

»»  baca selengkapnya
»»  read more

Selasa, Juni 09, 2009

Berbisnis Tanpa Modal. Mungkinkah ?

Modal. Modal dan modal. Inilah kata kunci yang selalu ada ketika seseorang berbicara mengenaii bisnis atau usaha. Modal sering jadi alas an seseorang menjadi sukses dalam berbisnis, namun tak jarang, modal juga yang sering di kambing hitamkan dan dijadikan sebagai biang keladi, biang kerok ketika seseorang tidak mampu berbisnis.
Pertanyaannya, apakah benar seseorang harus memiliki modal ketika ingin mulai berbisnis ? Jawabannya pasti YA. Benar, siapapun yang ingin berbisnis haruslah punya modal.
Kalau begitu, apakah Anda yang tidak beruntung karena tidak punya uang banyak berarti tidak mungkin bias berbisnis? Tunggu dulu.
Modal, secara sederhana dan sayangnya telah dipahami secara umum diartikan sebagai tersedianya uang guna menyediakan sumberdaya lainnya yang diperlukan dalam menjalankan suatu usaha seperti ruang kerja, peralatan kantor, mesin produksi dll.
Kalau modal seperti ini memang ya, Anda yang tidak memiliki uang tidak mungkin bisa berbisnis.
Tapi apakah betul demikian ? Bukankah Alloh telah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya? Bukankah Alloh telah menjamin makhluknya dengan rejeki untuk melangsungkan kehidupannya?
Mari kita renungkan keberadaan kita.
Kita memiliki kemampuan untuk melihat, mendengar, merasakan sesuatu. Bukankah itu semua adalah modal kita untuk mengetahui sesuatu ? ketika Anda membuka dan membaca tulisan ini, bukankah ini suatu modal untuk Anda mengetahui dan mencari sesuatu dari internet.
Selama ini kita terjebak pada paham materialistis, dimana kehidupan ini dinilai hanya dengan hal-hal yang bersifat material, kebendaan. Padahal Alloh sesungguhnya telah memberi modal kepada setiap manusia berupa kamampuan melihat, membaca, menulis dan lain sebagainya. Hanya saja sebagian dari kita tidak menyadari bahwa kemampuan kita, ketrampilan kita adalah modal yang kita miliki untuk menjalankann suatu bisnis. Kemampuan Anda membuka dan mengakses internet itu juga sebuah modal besar yang bisa Anda gunakan untuk mulai berbisnis.

Dengan demikian, maka sesungguhnya kita semua bisa berbisnis, apapun keadaan kita, keterbatassan kita. Yang diperlukan ahanyalah sedikit pemikiran kreatif untuk memanfaatkan kemampuan kita sebagai modal awal untuk kita menjalankan suatu usaha, yang kelak akan menghasilkan keuntungan dalam bentuk materi dan non materi.
Kalau begitu mari kita mulai berbisnis. Berbisnis dengan memanfaatkan kamampuan kita mengakses internet. Banyak cara yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet, mulai dari menyalurkan ide lewat tulisan, membuka web sendiri atau menjadi reseller.

Apapun bisnis yang akan atau sedang Anda jalankan, ada 3 (tiga) hal yang harus selalu kita perhatikan agar ussaha kita tetap berjalan bahkan maju dan memberi kita banyak keuntungan.

Pertama, kita harus sadari bahwa kemampuan kita, ketrampilan kita bahkan uang atau fasilitas yang kita miliki pada dasarnya adalah karunia Alooh SWT yang harus kita syukuri, kita jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya.

Kedua, dalam menjalankan usaha kita harus melakukannya dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Untuk itu perlu diperhatikan bahwa sesederhana apapun usaha kita, ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantaranya :
- Kita harus memiliki rencana (perencanaan), apa yang ingin kita capai, bagaimana kita mencapainya, kemampuan apa yang kita perlukan untuk melakukannya, fasilitas apa yang diperlukan dsb.
- Setelah memiliki rencana, kita harus lakukan bisnis kita dengan jujur, sesuai rencana. Jika memerlukan orang lain untuk menjalankan usaha kita, maka kita wajib mencari orang yang mampu dan bertanggung jawab. Gunakan fasilitas sesuai kebutuhan sehingga bisnis kita menjadi efisien dan efektif.
- Jangan lupa lakukan evaluasi. Apakah rencana kita bisa dikerjakan dengan baik, apakah target kita tercapai? Jika tidak kita harus kaji, mengapa tidak sesuai rencana.
- Jika bisnis telah dilakukan sesuai rencana dan terget telah dicapai, maka lakukanlah peningkatan, lakukan improvement sehingga bisnis kita semakin hari semakin berkembang dengan baik.

Ketiga, bersyukur.
Bersyukur secara sederhana dapat diartikan sebagai berterima kasih.
Mengapa kita perlu bersyukur ? Beberapa alasan yang mengharuskan kita bersyukur setelah bisnis kita berhasil atau memberikan keuntungan, diantaranya :
- Bersyukur adalah wujud kesadaran diri, bahwa semua yang kita dapat pada dasarnya adalah karunia Illahi.
- Manusia hanya memiliki otoritas mengelola sebab, sementara hasil tidak seluruhnya adalah berkat kerja keras kita. Ada ’campur tangan’ Sang Khalik.
- Alloh menjanjikan hasil yang berlipat ganda kepada siapa saja yang pandai mensyukuri pemberianNYA.
Bentuk bersyukur tidak cukup dengan berdoa atau sekadar mengucap syukur. Bersyukur harus diimplementasikan dalam tindakan, seperti kepedulian kepada sesama dan lingkungan, mengembangkan usaha dan memanfaatkan uang hasil usaha dijalan yang di RidhoiNYA.
»»  baca selengkapnya
»»  read more

Jumat, April 24, 2009

Kisah seorang penjual tomat

Di ambil dari milist cerita rekan saya Bram:

Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai "office boy"di Istana Negara(kantor SBY), Jakarta. Andi Mallarangeng mewawancara dia dan melihat diamembersihkan lantai sebagai tesnya."Kamu diterima," katanya, "berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirimformulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja." Laki-laki itumenjawab,"Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.""Maaf," kata Mallarangeng. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamutidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja."Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harusdilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian iamemutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10kg peti tomat. Iamenjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasilmelipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulangdengan membawa Rp.300.000Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergibekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.
Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memilikiarmada kendaraan pengirimannya sendiri.Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusahamakanan terbesar di Indonesia. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga,dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya. Laki-laki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."Sang broker bertanya dengan penasaran, "Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!" Laki-laki itu berpikir sejenak lalu \nmenjawab, "Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!!
__________________________________________
Pesan Moral :
1. Internet bukanlah solusi hidup Anda.
2. Kalau Anda tidak punya \nakses internet, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner.
3. Kalau Anda \nmenerima pesan ini melalui e-mail, Anda lebih dekat untuk menjadi "office boy/girl" daripada seorang milyuner he..he4x.
Have a nice day!!
NB Jangan kirim balik pesan ini pada saya, saya hendak menutup e-mail saya dan menjual tomat!!!
Yang berambisi jadi pengusaha sukses di 2007

Asep Heriandi
08127721788
0811777130
0778.364029
RedRocket Clothing & Souvenir
Zaika Distro muslimah

»»  baca selengkapnya
»»  read more

Selasa, Maret 31, 2009

Manager Vs Leader

Apakah anda bisa membedakan antara manajer dan leader? Dua kata yang lingkup kerjanya berkecimpung dalam sebuah manajemen. Manajer berasal dari kata “manage” yang artinya mengelola. Manajer artinya adalah orangyang mengelola. Sedangkan leader berasal dari “ Lead” yang artinya memimpin. Jadi leader adalah orang yang memimpin. Bagaimana kita bisa membedakannya keduanya dalam gambaran aktivitas? Kalau kita akan menilai seseorang : apakah dia pemimpin yang baik, kepada siapa kita akan bertanya? Kalau kita akan menilai apakah dia manajer yang baik, kepada siapa pertanyaan itu dilontarkan?
Pernahkan anda melihat seorang atasan yang dipindah tugaskan dan semua anak buahnya merasa keberatan? Mereka merasa atasannya selama ini sangat peduli dan memperjuangkan banyak hal untuk mereka. Tetapi pihak top manajemen memindahkan ke divisi lain atau bahkan tidak memberikan lagi jabatan apapun? Pernahkan anda melihat atasan yang mempunyai kesan buruk di mata bawahannya tetapi selalu mendapat pujian dari atasannya? Dua fenomena yang bertolak belakang karena dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang satunya dari sudut pandang bawahan dan satunya dari sudut pandang atasan.Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Dalam ilmu manajemen di kenal fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan oleh seorang manajer yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut yang dalam sering di kenal dengan PDCA (Plan, do, check, action). Artinya, berbicara tentang manajemen adalah bagaimana merencanakan hasil dan mencapainya. Manajemen adalah bagaimana mendapatkan sumber daya dan mendayagunakan agar melaksanakan pekerjaan dengan dengan efektiv dan efisien. Manajemen adalah bagaimana kita menyelesaikan masalah yang ada dan mencegah tidak terulang kembali atau agar tidak muncul sejak awal. Manajer adalah orang yang diberi tugas untuk melakukan hal-hal tersebut, merencanakan hasil, berusaha mencapai target dan melaporkannya kepada atasan. Dalam hal ini, atasanlah yang tahu persis, apakah seseorang bisa menjadi manajer yang baik atau tidak. Atasanlah yang bisa menilai apakah kinerja seorang manajer baik atau tidak.
Kepemimpinan merupakan unsur seni dalam manajemen. Kepemimpinan berkecimpung dalam sisi manusia yang tidak terstruktur dalam sebuah tugas-tugas menyelesaikan pekerjaan. Kalau dalam manajemen ada bidang garap sumber daya manusia, adalah bagaimana mengelola kompetensi dan ketrampilan agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Dalam kepemimpinan ini adalah bagaimana kita memupuk semangat sumber daya manusia kita agar bisa bekerja dengan baik. Kepemimpinan adalah bagaimana kita menggerakkan bawahan kita agar sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Kepemimpinan adalah bagaimana kita memberikan tauladan, bagaimana memahami bawahan, menghormati setiap individu dan bisa ngemong. Kepemimpinan adalah bagaimana memberikan dampak positif terhadap cara berpikir , perilaku dan kinerja bawahan. Efek dari kepemimpinan ini bisa dirasakan terutama oleh bawahan. Sehingga bawahanlah yang tahu, kita ini pemimpin yang baik atau bukan. Dan pertanyaan yang tepat apakah kita pemimpin yang baik atau bukan lebih tepatnya dilontarkan kepada bawahan.
Apakah manajer yang baik selalu menjadi pimpinan yang baik? Belum tentu. Fenomena diatas telah menunjukkan bahwa bisa jadi seseorang bisa menjadi manajer yang baik dimata atasan karena target-target pekerjaan bisa tercapai, karena laporan bisa dikirimkan tepat waktu dan masalah-masalah bisa di selesaikan dengan baik. Tetapi bisa jadi dia bukan pemimpin yang baik karena mencapaian hasil tersebut dilakukan dengan kepemimpinan yang otoriter, tidak memahami dan mengerti kondisi bawahan, memandang bawahan sebagai alat untuk bekerja bukan sebagai manusia. Sehingga memberikan kesan buruk dimata bawahan dan bahkan berharap pimpinannya segera dipindahkan.
Jadi manajer dan pemimpin yang baik adalah yang mempunyai nilai yang baik dimata atasan maupun bawahannya. Manajer yang juga pemimpin adalah yang tidak memandang manusia sebagai alat untuk bekerja tetapi sebagai sebuah potensi yang perlu digali dan dikembangkan agar lebih bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan perusahaan. Manajer yang juga pemimpin adalah yang mengangkat dan mengakui sisi-sisi kemanusiaan di tempat kerja. Manajer yang juga pemimpin adalah yang tidak hanya terfokus pada target semata tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk mencapainya. Apakah anda seorang manajer dan pemimpin yang baik? Tanyakan hal ini kepada atasan dan bawahan anda.(sumber : titizant/media curah ide.blogspot.com)
»»  baca selengkapnya
»»  read more